#sayatidakbaper!

Baper, penyakit muda mudi zaman now. Please, percayalah bahwasanya

Baper itu tidak berfaedah

Buang jauh-jauh bibit bibit baper, netralkan hati sekarang juga. Jangan mikir aneh-aneh, selow aja. Semua orang itu baik, catet.

Banyak orang baper kalo dari sudut pandang dan pengalaman gue pribadi, karena kebaikan orang lain.
Beda orang beda pemikiran, bener.
Maka dari itu, satu kebaikan bisa jadi beribu-ribu makna sesuai pemikiran orang yang menerima kebaikan itu. Kebaikan itu ga melulu cuma tolong menolong, tapi bisa dalam bentuk perhatian dan bentuk komunikasi seperti saat bercanda. Coba pikir, mana ada orang jahat mau nolongin, mau kasih perhatian, mau ngebercandain. Semua itu yang paling bisa melakukan kan hanya orang-orang baik. Berarti harus berhati-hati dengan orang-orang baik disekitar kita? Ya bukan begitu, bukan berarti harus waspada pada mereka. Bukan.

Continue reading “#sayatidakbaper!”

Advertisements

Kontemplasi untuk 2017

Detik-detik terakhir jelang tutup tahun rasanya pengen hidup ini diulang ke lima tahun kebelakang, mulai dari masuk kuliah dulu. Sempat merasa kecewa dengan proses yang telah berjalan ini, rasa-rasanya masa penggodokan dibangku kuliah banyak yang sia-sia. Sampe sekarang rasanya masih menjadi sarjana sampah, yang lantang lantung kaya daun jatuh ketiup angin. Kenyataan sekarang ini justru sangat jauh dengan idealisme jauh-jauh hari yang lalu, yang idealnya setelah lulus langsung berkelana malah yang ada sekarang sekedar menentukan langkah pertama aja kebingungan. Baiknya ngapain ya biar ngga nyampah? Ga kerasa udah free setengah tahun, kelewat free parah. Tapi, ah sudahlah 😦

Dari pada capek hati meratapi ketidak berdayaan ini, nanti malah stress cepet tua. Ada baiknya memotivasi diri sendiri biar ga lelah untuk terus mencari, yakin aja kalo Allah ga jahat. Pokoknya apapun yang dibutuhkan pasti bakalan dapet, pasti nemu. Mungkin ditahun ganjil semua akan terjawab, waktu akan berpihak ☺

Continue reading “Kontemplasi untuk 2017”