#sayatidakbaper!

Baper, penyakit muda mudi zaman now. Please, percayalah bahwasanya

Baper itu tidak berfaedah

Buang jauh-jauh bibit bibit baper, netralkan hati sekarang juga. Jangan mikir aneh-aneh, selow aja. Semua orang itu baik, catet.

Banyak orang baper kalo dari sudut pandang dan pengalaman gue pribadi, karena kebaikan orang lain.
Beda orang beda pemikiran, bener.
Maka dari itu, satu kebaikan bisa jadi beribu-ribu makna sesuai pemikiran orang yang menerima kebaikan itu. Kebaikan itu ga melulu cuma tolong menolong, tapi bisa dalam bentuk perhatian dan bentuk komunikasi seperti saat bercanda. Coba pikir, mana ada orang jahat mau nolongin, mau kasih perhatian, mau ngebercandain. Semua itu yang paling bisa melakukan kan hanya orang-orang baik. Berarti harus berhati-hati dengan orang-orang baik disekitar kita? Ya bukan begitu, bukan berarti harus waspada pada mereka. Bukan.

Continue reading “#sayatidakbaper!”

Advertisements

Panah Takdir

Dirimu dalam hidupku, terlahir untukku
Diriku dalam hidupmu, dimiliki hatimu

Kau adalah panah takdirku
Yang menembus jantung hatiku
Dan membuat diriku bahagia
Karena dirimu panah takdirku

Hidupku mengajari cinta itu sadari
Mencari sang sejati dan juga suci

Kau adalah panah takdirku
Yang menembus jantung hatiku
Dan membuat diriku bahagia
Karena dirimu panah takdirku

Continue reading “Panah Takdir”

Locked Away

If I got locked away and we lost it all today
Tell me honestly…
Would still love me the same?
If I showed you my flaws, if I couldn’t be strong
Tell me honestly…
Would you still love me the same?

Right about now
If a judge for life Me, would you stay by my side
Or is you going to say good-bye, Can you tell me right now
If I couldn’t buy you the fancy things in life
Shawty would it be alright, come on show me that you down
Continue reading “Locked Away”

Mendidik atau Menjerumuskan?

Kukagumi … Kelemahanmu

Kucintai semua kekuranganmu

Itu bagiku indah

Kau yang tak sempurna

Hmmm……

Saat senja datang gantikan siang
Mereka bilang kau malam tanpa bulan
Beda tak sama, kau yang tak sempurna
Bagiku kau segalanya, murni estetika
Apa yang kau tanam itu yang kau petik
Apa yang kau jalani s’lalu beri yang terbaik
Impian tentang kau yang tak berbatas
Jauh dari sempurna tapi membekas
Silahkan jadi hakim tuk semua perkara
Keterbatasan ini tulus jalankan cinta
Terhina dalam hati tersudut karena beda
Kau sosok tak sempurna, tapi bermakna

Continue reading “Mendidik atau Menjerumuskan?”