Penting!

haloo sodara-sodara sedunia wal akhirot, cuma mau ngingetin..jangan lupa jaga kesehatan jasmani dan rohani. Sehat jasmaninya, fisiknya selalu fit. Rohaninya, yaitu rukhiyahnya juga dijaga jangan sampe imannya oleng. Karena kita sama-sama tau bahwasanya iman itu memang naik turun, istiqomah itu kadang berat..tapi semoga kita kuat.
Pesan terbesar dalam page ini hanya satu, jangan salah mengorientasikan hidup ini. Gausah melulu galau urusan dunia deh, yang galau cinta-cintaan nikah-nikahan (sumpah jijik banget ama yang beginian), yang galau gajiannya dikit sering ga punya duit, ngeluh lembur banyak kerjaan (kaya gaada syukur-syukurnya), de el el.

Continue reading “Penting!”

Advertisements

#sayatidakbaper!

Baper, penyakit muda mudi zaman now. Please, percayalah bahwasanya

Baper itu tidak berfaedah

Buang jauh-jauh bibit bibit baper, netralkan hati sekarang juga. Jangan mikir aneh-aneh, selow aja. Semua orang itu baik, catet.

Banyak orang baper kalo dari sudut pandang dan pengalaman gue pribadi, karena kebaikan orang lain.
Beda orang beda pemikiran, bener.
Maka dari itu, satu kebaikan bisa jadi beribu-ribu makna sesuai pemikiran orang yang menerima kebaikan itu. Kebaikan itu ga melulu cuma tolong menolong, tapi bisa dalam bentuk perhatian dan bentuk komunikasi seperti saat bercanda. Coba pikir, mana ada orang jahat mau nolongin, mau kasih perhatian, mau ngebercandain. Semua itu yang paling bisa melakukan kan hanya orang-orang baik. Berarti harus berhati-hati dengan orang-orang baik disekitar kita? Ya bukan begitu, bukan berarti harus waspada pada mereka. Bukan.

Continue reading “#sayatidakbaper!”

Betapa tidak tau diri

Ketika kau berbagi dengan harapan sedikit yang kau bagi itu bisa bermanfaat untuk orang lain beserta orang-orang terkasihnya, ketika kau berkeyakinan bahwa yang ada ditanganmu itu sedikit dan akan lebih bermanfaat ketika kau bagi untuk orang lain yang membutuhkan. Tapi kenyataannya tanpa sengaja kau tau orang itu justru dengan keegoisannya memakai pemberianmu untuk hal yang sia-sia untuk dirinya sendiri, saat itu juga kau berpikir “kampret, tau gitu ga dikasih segitu..dikit aja, bukannya begini begitu bla bla bla”

Beberapa detik kemudian istighfar, mohon ampun sebesar-besarnya sama Allah. Takut pahala berbaginya sia-sia, hangus terbakar amarah. Dalam hati kecil ini benar-benar berkecambuk, astaghfirullahal’adzim. Bukankah setiap perbuatan itu tergantung pada niatnya, lalu kenapa kau sibuk mengumpat ketika tau pemberianmu disalahgunakan. Bukankah ranahmu hanya sebatas berbagi karena Allah bukan karena orang lain membutuhkan sesuatu. Kebutuhan orang lain biarlah menjadi urusan Allah dan orang lain itu, bukan urusanmu.

Continue reading “Betapa tidak tau diri”

Damai tapi Gersang

Semesta seolah menghakimi kesalahan atas hidup yang tak kunjung berubah, tapi hatipun kadang berbalik menuntut kenapa hidup begitu kejam. Apakah semua ini murni atas kesalahanku, sementara diluar sana berapa banyak pendosa yang tetap diberi jalan untuk hidupnya. Apakah aku ini yang terburuk diantara kesemuanya? Hingga hidup enggan berpihak padaku. Apalah aku ini, hanya seorang anak yang terjebak dalam masa transisi. Tidakkah hidup ini memberikanku kesempatan untuk perlahan saja memulai kewajibanku dengan santai, tapi kenapa beban hidup seolah mengejarku, memaksaku bahwa aku tidak punya banyak waktu lagi.
Kenapa hidup ini terus mengincarku apakah benar bahwa selama ini telah banyak waktu kuhabiskan dalam kemalasan, banyak kesempatan terlewatkan, selama ini ternyata tidak banyak hal berguna yang kulakukan. Tapi bukankah sudah kubilang, tak bisakah kumulai semua ini dengan perlahan saja, meski rasa penat dan tumpukan energi berlebih dalam raga mulai menimbulkan ketidaknyamanan. Rasa ‘tidak berguna’ dan rutinitas tidak produktif kian membuat sesak didada, namun logika hanya sebatas bertanya “ada apa?“. Ada apa dengan hidup yang nyata ini, bagaimana dengan pertanyaan 5W+1H yang belum dapat terpecahkan.

Sumber: Instagram

Continue reading “Damai tapi Gersang”

Kalimat Indah

         نحن لا نملك تغییر الماضي 
Kita tidak bisa merubah apa yang telah terjadi
            و لا رسم المستقبل .. 
Juga tidak bisa menggariskan masa depan
         فلماذا نقتل انفسنا حسرة
Lalu mengapa kita bunuh diri kita dengan penyesalan?
        على شيئ لا نستطیع تغییره؟
Atas apa yg sudah tidak bisa kita rubah

  الحیاه قصیرة وأهدافها كثيرة
Hidup itu singkat sementara targetnya banyak
             فانظر الى السحاب 
           و لا تنظر الى التراب .. 
Maka, tataplah awan dan jangan lihat ke tanah
           اذا ضاقت بك الدروب 
             فعلیك بعلام الغیوب 
Kalau merasa jalan sudah sempit, kembalilah ke Allah yg Maha Mengetahui yg gaib! 
      و قل الحمدلله على كل شيئ 
Dan ucapkan alhamdulillah atas apa saja
 سفينة (تايتنك) بناها مئات الاشخاص
Kapal Titanic dibuat oleh ratusan orang
وسفينة ( نوح ) بناها شخص واحد
Sedang kapal Nabi Nuh dibuat hanya oleh satu orang
  الأولى غرقت والثانية حملت البشرية
Tetapi, Titanic tenggelam. Sedang kapal Nabi Nuh menyelamatkan umat manusia Continue reading “Kalimat Indah”

Aku Salah Menilai Kemurahan Hati-Nya

HUKUMAN YANG TIDAK TERASA

Bicara mengenai hati dari sudut pandang agama, adalah bicara bagaimana kita mengimani suatu keyakinan dan melaksanakan ketaatan pada sang Raja Kehidupan. Berikut adalah sebuah renungan agar khawatirlah apabila dalam benak kita tak sedikitpun rasa cemas menghampiri, jangan-jangan hati kita memang sudah mati. Kita perlu renungkan, bagaimana kemurahan hati-Nya selama ini kita sikapi. Apakah justru kita semakin lalai dan terlena, ataukah tersungkur malu atas ketidak-tahu-diri-an kita sebagai hamba yang sering melalaikan hak-Nya. Tulisan ini hanya meneruskan sebuah pesan dari sumber lain, semoga kita termasuk orang-orang yang hatinya selalu hidup.

Seorang murid mengadu kepada gurunya:

Ustadz, betapa banyak kita berdosa kepada Allah dan tidak menunaikan hakNya sebagaimana mestinya, tapi saya kok tidak melihat Allah menghukum kita“.
Sang Guru menjawab dengan tenang:
Betapa sering Allah menghukummu tapi engkau tidak terasa“.
Sesungguhnya salah satu hukuman Allah yang terbesar yang bisa menimpamu wahai anakku, ialah: sedikitnya taufiq  (kemudahan) untuk mengamalkan ketaatan dan amal amal kebaikan“.
Tidaklah seseorang diuji dengan musibah yang lebih besar dari “kekerasan hatinya dan kematian hatinya“. Sebagai contoh:
Continue reading “Aku Salah Menilai Kemurahan Hati-Nya”