Rindu

Siang ini Aku pergi kesuatu tempat, tujuannya adalah membeli sesuatu untuk perlengkapan ngantor. Entah kenapa setiap pagi ketika persiapan ngantor, bercermin menjadi hal yang paling membuatku malas. Sosok yang muncul di cermin itu seperti bukan Aku, bukan Aku yang kuinginkan dan bukan pula yang Dia inginkan. Bukan sedang menggadaikan aqidah, tapi kenyataannya hidup menuntunku ke jalan ini. Aku tak punya pilihan, atau mungkin Aku punya pilihan tapi tak punya cukup waktu untuk memilih.

Setelah menemukan sesuatu yang Aku cari, Aku bergegas pulang karena gerimis mulai jatuh. Aku hanya malas jika sampai terjebak hujan lebat, karenanya Aku segera pulang. Disiang yang mendung itu, Aku berkendara sambil ditemani rintik air. Udaranya sejuk, jalanan sepi, syahdu sekali. Seperti tak ingin perjalanan ini berakhir. Aku berkendara sambil sedikit melamun, eh bukan melamun. Mungkin lebih tepatnya merenungi, sepanjang sisi jalan kulihat ada bermacam aktivitas orang-orang mulai dari berjualan, bersantai, bermain, lalu apa yang kurenungkan? 
Continue reading “Rindu”

Advertisements

Kontemplasi untuk 2017

Detik-detik terakhir jelang tutup tahun rasanya pengen hidup ini diulang ke lima tahun kebelakang, mulai dari masuk kuliah dulu. Sempat merasa kecewa dengan proses yang telah berjalan ini, rasa-rasanya masa penggodokan dibangku kuliah banyak yang sia-sia. Sampe sekarang rasanya masih menjadi sarjana sampah, yang lantang lantung kaya daun jatuh ketiup angin. Kenyataan sekarang ini justru sangat jauh dengan idealisme jauh-jauh hari yang lalu, yang idealnya setelah lulus langsung berkelana malah yang ada sekarang sekedar menentukan langkah pertama aja kebingungan. Baiknya ngapain ya biar ngga nyampah? Ga kerasa udah free setengah tahun, kelewat free parah. Tapi, ah sudahlah 😦

Dari pada capek hati meratapi ketidak berdayaan ini, nanti malah stress cepet tua. Ada baiknya memotivasi diri sendiri biar ga lelah untuk terus mencari, yakin aja kalo Allah ga jahat. Pokoknya apapun yang dibutuhkan pasti bakalan dapet, pasti nemu. Mungkin ditahun ganjil semua akan terjawab, waktu akan berpihak ☺
Continue reading “Kontemplasi untuk 2017”

Ketika Interviewer bertanya: “Apa Perbedaan Koperasi dan Bank”

Pengalaman pribadi aja nih, karena obsesi kerja dilembaga keuangan. Yang gue alami cari peluang di bank susah ternyata, kebanyakan posisi yang ditawarkan adalah posisi sejenis marketing dengan beragam tittle. Ada Account officer, Account Executive, Relationship Officer dan lain sebagainya. Alih-alih karena bosan dengan dunia marketing, melihat peluang kaya gitu gue jadi males 😅. Ada lagi sih program Officer Development Program (ODP), tapi sepertinya peruntungan gue ga terlalu bagus disitu apalagi ada yang bilang ODP itu biasanya dilihat kemampuan berbahasa inggrisnya (katanya)..lah ya udah gue mundur perlahan lah kalo udah inggris2an 😭

Akhirnya guepun mulai melirik lembaga keuangan lain, koperasi. Mulailah lamaran demi lamaran gue terbangkan pada koperasi yang memang lagi open recruitment. Koperasi pertama yang gue masuki adalah koperasi syariah yang kebanyakan kantor cabangnya tersebar didaerah-daerah dataran tinggi, mitra petani sayur mayur mungkin. Dan dengan segala rangkaian tesnya gue dinyatakan diterima disana walaupun saat di tanya “apa perbedaan koperasi dan bank?

Continue reading “Ketika Interviewer bertanya: “Apa Perbedaan Koperasi dan Bank””

Leave me alone!

Duhai diri, maafkan aku yang saat ini justru sangat terpuruk dan ingin berteriak “wahai dunia! Menjauhlah dariku! Tinggalkan aku sendiri! Kau tak boleh melihatku dalam keadaan ini, aku akan berdiri dihadapanmu hanya jika aku telah berhasil melawan kesulitan ini”. Aku terpuruk melihat mereka yang benar-benar berjuang untuk hidupnya, sementara untuk memijakkan langkah pertama saja aku belum melakukannya. Aku masih diam ditempat ketika yang lain berlari dengan berapi-api. Aku sudah merasa lelah ketika bersiap-siap, sedangkan mereka justru berlari tanpa mengenal lelah. Satu hal yang aku pertanyakan, apa aku ini? Akupun mampu berlari, tapi apa yang aku tunggu?

Duhai diri, maafkan aku 😭

Maafkan aku yang masih terkurung dalam pusaran ego yang idealis ini. Maafkan aku yang telah memenuhimu dengan segala ambisi namun tak kunjung eksekusi, hanya meninggalkan harapan kosong yang mengotori hati. Sungguh telah banyak kubuang waktumu hanya sekedar untuk menunggu, pun menunggu dalam ketidak sungguhan.

Continue reading “Leave me alone!”

August 14th

Manusia menghadapi problema yang bermacam-macam, entah diusia yang sama atau sepantaran apakah Tuhan memberikan ujian yang levelnya sama atau tidak. Yang jelas setiap manusia pasti berproses dan tumbuh, seperti apa manusia itu sekarang adalah hasil dari apa yang telah dilewatinya dimasa lalu. Kita tidak pernah tau apa saja yang orang lain hadapi, sampai mereka ada dititik sekarang. Maka sebenarnya tidak ada satupun yang berhak menghakimi lu harus begini, lu harus begitu..ingin ini ingin itu banyak sekali #loh doraemon?

Karena kita tidak pernah tau proses tiap-tiap orang, sering kali kita hanya sawang sinawang. Ada yang masih muda, tapi pemikirannya luar biasa dewasa. Ada yang bangkotan, masih kekanakan.

Continue reading “August 14th”

Kompor meleduk

“Hahaha, ngapain sih lu ngatain gue kompor meleduk. Masih cocokan juga tabung gas bocor, sekali kena percikan api langsung “duaaaaarrrrr!!!”.

Mikir keras setelah dapat julukan yang cukup kocak tapi jadi satu koreksi besar untuk karakter yang ‘nauzubillah’nya hampir mendarah daging. Yaitu orang yang sangat reaktif. Ada masalah dikit langsung pecah, kena percikan api langsung kebakar. Entah asalnya dari mana, pola pikir atau pergaulan atau hal lain yang kurang seimbang dalam hidup. Lama-kelamaan sadar benar sifat reaktif ini justru menjerumuskan pada tindakan-tindakan bodoh yang mendzalimi orang-orang disekitar. Adalah hal yang sangat mudah dicari titik kebenarannya, bahwa reaktif itu akar dari sifat temperamen, egois, dan segala penyakit hati lain yang berbahaya untuk dimiliki seseorang.

Terimakasih selalu mengingatkan, semoga lebih waspada mengontrol diri ☺