Cinta Munyuk (IX) Tirtonadi Ninggal Ati

Begitulah cinta, deritanya tiada akhir.

Pernah mendengar statement diatas? Yang pernah nonton serial drama Kera Sakti pasti tau, kira-kira tahun 2000an tayang di televisi. Jenderal Tienpeng alias Cupatkai yang selalu mengalami kegagalan dalam asmaranya selalu memunculkan quote itu. Waktu kecil dulu, mendengar kalimat semacam itu benar-benar mengocok perut. Lucu, coba cupatkai seganteng, sekeren dan sealim Tong Sam Cong, atau sesakti Sun Go Kong pasti jarang ada yang menolaknya. Tapi seiring berjalannya waktu, atas apa yang telah gue alami pada akhirnya gue sadar bahwa quote diatas benar adanya.

====================================Lanjutan dari postingan sebelumnya

Saat itu gue masih sangat emosi, karena gue merasa ga dimanusiakan. Biar begini-begini kan gue juga bisa marah, kenapa ketidaknyamanan gue sama sekali ga dihargai. Gue tetep bersikeras kalo dia salah, bodo amat gue ga mau minta maaf.
Nyatanya bener, setelah kejadian itu Tua ga pernah menghubungi gue lagi via apapun. Kita lost contact untuk kedua kalinya, gue pikir ah paling bentar lagi juga dia dateng lagi ke gue. Tapi lost contact kali ini gue sedikit menyesal, gue tau apa yang gue bilang ke dia itu jahat. Sempat merasa kehilangan, tapi dia terlanjur marah besar dan kecewa ke gue. Gue tungguin seminggu, hp gue sepi. Dua minggu, tiga minggu dan seterusnya masih sepi, dia beneran pergi dari gue. Galau berat gue waktu itu, banyak temen-temen gue yang jadi korban curhatan panjang lebar dan disitu mereka keheranan orang kaya gue bisa nyeletuk sadis begitu. Apa daya semua telah terjadi, gue cuma bisa pasrah.

Gue lupa berapa lama gue terdiam dalam pasrah melepas orang yang sangat membuat gue nyaman itu, kira-kira pertengahan bulan oktober Tua menghubungi gue. Kaya ngimpi, gue jingkrak-jingkrak kegirangan. Tapi gue belum bisa berkomunikasi secara lepas seperti biasanya, masih canggung atas kejadian sebelumnya. Intinya Tua ini bercerita kalo dia lagi piknik disalah satu pesantren didaerah Sragen, rencananya besoknya itu dia mau balik ke Jakarta. Dia ke Ibu kota naik bus yang berangkat dari terminal induk kota Solo, yaitu terminal Tirtonadi. Jadi mumpung dia di Solo, dia ngajakin gue untuk ketemu.

Saat itu status gue masih mahasiswa aktif yang hampir tiap hari ke kandang, untuk nggarap proyek penelitian skripsi. Gue bersama dosen pembimbing rajin kekandang untuk rapat koordinasi perihal proyek itu, biasanya rapat kelar setelah Ashar sementara gue janjian dengan Tua jam 13.30an diterminal. Gue bingung gimana caranya gue bisa kabur dari rapat, setelah gue pikir panjang lebar kali tinggi jam 14.00 gue nekat ngibulin dosen gue 😂 dengan alasan ijin darurat jemput saudara dibandara wkwk, beruntung dosen gue berbaik hati tanpa curiga. Langsung gue tancap gas, tapi sebelum ke terminal gue belok kekampus dulu pinjem helm orang. Kan harus always safety riding, 2 pengendara maka harus bawa 2 helm.

Sesampainya gue diterminal yang gue lihat adalah sosok pria tinggi, kurus, ganteng, berjaket hitam, celana jeans, berkacamata. Idaman gue banget kalo ngomongin pria berpostur kurus dan tinggi 😍 begitu sampai komentar dia yang gue inget cuma satu, “kalo naik motor itu pake jaket!” Hehehe Solo panas pak, ga betah gue jaketan siang bolong. Karena gue sampe terminal hampir mendekati waktu Ashar, akhirnya kita langsung nyari masjid. Tadinya mau gue ajakin ke masjid Nurul Huda, masjid utama kampus UNS. Tapi Tua ga mau, takut waktunya habis dijalan. Gue kepo jam berapa busnya berangkat ke Jakarta, dia bilang “jam 17.00 jadi nanti paling nggak 16.30 kita udah balik ke terminal lagi, itu juga aku beli tiket bus yang jam keberangkatan terakhir. Sebenernya ada yang jam 16.00, tapi nanti kita nggak bisa lama” hehe ciee, gue lupa pas ketemu itu kita kemana aja soalnya gue sendiri ga hafal jalan *maklum pelupa-tukang nyasar pula*. Jadi kita ga berani take off jauh-jauh dari terminal, takut kesasar malah ketinggalan bus nanti. Kalo ga salah sih kita sempet ngobrol diangkringan sekitaran Solo Grand Mall, angkringannya pak encem kalo dia bilang. Saat itu gue ga tau dia orang asalnya mana, tapi kok pernah kerja di Solo dan familiar dengan kota Solo. Persis kaya kapten Yu Shi Jin yang suka ngebercandain dr. Kang sampe dr. Kang nya males percaya sama omongannya si kapten, gue juga suka males percaya omongannya Tua. Kadang mana yang bercanda mana yang nggak, sama aja.

Setelah merasa waktu udah mepet akhirnya kita kembali ke terminal, gue memutuskan untuk ikut masuk ke terminal dan nunggu sampai dia naik bus. Dia sempet beli minum merek Tebs, dan pas lagi ngobrol dibelakang bus tiba-tiba dia ngagetin gue dengan belaga kaya orang kesurupan. Ternyata dia niruin ekspresi kaya di iklan Tebs, yang begitu tegukan pertama langsungkaget cegukan gitu. Astagaaa -_- sempet-sempetnya sih, koplak! Dan terakhir sebelum dia masuk bus dia ngajakin salaman tapi karena alasan yang syar’i gue menolak, eeh muka gue ditampol ama dia. Tampol-tampol manja gitu deh wkwkwk. Akhirnya dia masuk bus dan guepun bergegas pulang. Sepanjang perjalanan ke Jakarta dia terus kasih kabar ke gue, bahkan sampai hari-hari berikutnyapun kita masih saling bertukar kabar. Gue lega, rasa-rasanya sinyal baik mengenai hubungan gue dan Tua bersemi kembali dari pertemuan ini. Pertemuan pertama kita, yang sangat singkat.

Seminggu setelah kepulangan dia ke ibukota, kalo ga salah minggu ketiga bulan oktober cara berkomunikasi kita udah ga kaku lagi. Udah sama seperti sebelum kita berkonflik, senengnyaaa hati berbi. Tapi gue suka heran kenapa dia jadi sering pasang gambar tampilan BBm yang dia pake jas rapi, kaya sengaja photo shoot gitu. Lalu gue iseng bertanya, “cie Tua, kok sekarang jadi sering pasang DP pake jas gitu sih. Dalam rangka apa?“. Pertanyaan sesimpel itu ternyata jawabannya rumit,
bersambung

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s