Hair spa-nya Larissa

Hair fall problem, udah lama sebenernya. Dulu yang terparah waktu SMA, sehari ga ngitung berapa helai tapi kira-kira ya satu genggaman tangan gitu. Mengerikan, hal paling mengerikan dari kerontokan adalah lama kelamaan rambut tipis bahkan botak. Omegotliiii, masih muda botak? Pait pait pait pait jangan sampe, jangankan muda ya…ntar aja kalo udh tua maunya juga jangan botak, gimana lagi kan katanya rambut itu mahkota. Nah dulu itu pernah pake produk hair tonic merek NR, NR yang botol kaca warna cokelat dan tutup botolnya kaya jamur.

Continue reading “Hair spa-nya Larissa”

Advertisements

Karena semua akan mumet pada waktunya 😭

Karena semua akan mumet pada waktunya 😭

Antara hopeless dan keyakinan untuk harus tetap memperjuangkannya, demi menghindari penyesalan yang mungkin akan timbul jika dibiarkan begitu saja. 😩

Dear haters, terimakasih telah menghancurkan segalanya

Hai.. 👋😀

Buat yang udah pernah baca isi dari judul ini pasti tau, di page ini isinya adalah ujaran kebencian kepada si ‘hater’ yang entah siapa dan seperti apa wujudnya. Tapi sejujurnya, itu hanya pelampiasan semata. Dalam hati kecil ini tetap marah, dendam, benci, kepada siapapun pelaku yang memulai masalah ini. Tapi apadaya, semua telah terjadi. Allah adalah sebaik-baik perencana dan pengatur skenario dalam segala kehidupan manusia, dan tidak ada satupun kejadian tanpa seizin-Nya.

Sudah lebih tenang, dan lebih bisa menerima kenyataan yang menimpa tempo hari jelang penghujung tahun 2017 itu.

Panah Takdir

Dirimu dalam hidupku, terlahir untukku
Diriku dalam hidupmu, dimiliki hatimu

Kau adalah panah takdirku
Yang menembus jantung hatiku
Dan membuat diriku bahagia
Karena dirimu panah takdirku

Hidupku mengajari cinta itu sadari
Mencari sang sejati dan juga suci

Kau adalah panah takdirku
Yang menembus jantung hatiku
Dan membuat diriku bahagia
Karena dirimu panah takdirku

Continue reading “Panah Takdir”

Rindu

Siang ini Aku pergi kesuatu tempat, tujuannya adalah membeli sesuatu untuk perlengkapan ngantor. Entah kenapa setiap pagi ketika persiapan ngantor, bercermin menjadi hal yang paling membuatku malas. Sosok yang muncul di cermin itu seperti bukan Aku, bukan Aku yang kuinginkan dan bukan pula yang Dia inginkan. Bukan sedang menggadaikan aqidah, tapi kenyataannya hidup menuntunku ke jalan ini. Aku tak punya pilihan, atau mungkin Aku punya pilihan tapi tak punya cukup waktu untuk memilih.

Setelah menemukan sesuatu yang Aku cari, Aku bergegas pulang karena gerimis mulai jatuh. Aku hanya malas jika sampai terjebak hujan lebat, karenanya Aku segera pulang. Disiang yang mendung itu, Aku berkendara sambil ditemani rintik air. Udaranya sejuk, jalanan sepi, syahdu sekali. Seperti tak ingin perjalanan ini berakhir. Aku berkendara sambil sedikit melamun, eh bukan melamun. Mungkin lebih tepatnya merenungi, sepanjang sisi jalan kulihat ada bermacam aktivitas orang-orang mulai dari berjualan, bersantai, bermain, lalu apa yang kurenungkan? 
Continue reading “Rindu”